Panggilan

 

PESAN SANTO GUIDO MARIA CONFORTI KEPADA KAUM MUDA

Saya merasa perlu berbicara secara khusus dengan kalian, para orang muda yang terkasih.

Setelah iman Kristiani berusia Sembilan belas abad, hari ini pun Yesus masih bisa mengulang apa yang dikatakanNya dengan sedih kepada para Rasul: “Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah lading-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai…Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu, mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu” (Yoh 4:35; Mat 9:37-38). Kata-kata sedemikian tepat yang menyatakan kasih Sang Juru Selamat yang tak terhingga kepada manusia ini belum sepenuhnya dipahami dan direnungkan sebagaimana mestinya.

Saya menginginkan terutama orang-orang muda untuk merenungkannya, karena masa muda adalah masa kegairahan yang murah hati, masa cita-cita yang gagah perkasa, masa pengorbanan yang luhur dan masa pembaktian diri tanpa batas dan tanpa menghitung-hitung.

Kata-kata Kristus itu telah direnungkan dengan sungguh-sungguh oleh St. Fransiskus Xaverius, rasul agung Asia, yang saat mengalami antusiasme luhur pernah menulis: “Aku ingin menjelajah semua sekolah dan universits di Eropa untuk mengatakan kepada banyak mahasiswa dan dosen, apakah gunanyaa ilmu mereka untuk mereka sendiri, ketika terdapat jutaan orang yang tak beriman yang tentu akan menjadi Kristiani kalau saja pekerjanya tidak kurang. Jika mereka sungguh mencari kehendak Allah maka mereka akan berseru: Tuhan, apakah yang Kau inginkan dari kami? Kami siap, utuslah kami ke tempat yang Kau kehendaki, dan jika Engkau berkenan, juga ke tengah-tengah orang India.” Saya sendiri menginginkan agar kata-kata yang kudus itu bergema di hati kaum Muda Katolik dan muncul sejumlah besar rasul yang murah hati untuk meneladan, bahkan untuk melampaui bangsa-bangsa lain.

Jika Tuhan menyuarakan ajakanNya yang penuh kasih di hati salah seorang dari anda sekalian, anak-anak muda yang terkasih, janganlah menjawab dengan penolakan dan janganlah palingkan bahu kalian kepada Sang Guru atas dasar pertimbangan manusiawi dan pandangan duniawi. Janganlah puas hanya dengan rasa kagum yang kosong terhadap para bentara injil, tetapi seperti teladan Rasul, hendaklah anda menjawab tanpa ragu: Aku siap, Tuhan, aku akan mengikuti Engkau ke manapun Engkau pergi, aku akan pergi ke manapun Engkau kehendaki.

Inilah panggilan yang paling luhur, inilah perjuangan paling suci, inilah penaklukan yang paling mulia dan paling benar dan untuknya telah tersedia suatu hadiah dan kemuliaan. Kristus harus memerintah semua pikiran dengan ajaranNya, menguasai semua kehendak dengan hukumNya, merajai semua hati dengan kasihNya: Ia ingin menaklukkan semua manusia ke dalam kerajaannya untuk membahagiakan mereka di dunia dan di akhirat. Ia dapat melakukan itu semua dengan tindakan karsaNya yang maha kuasa, tetapi dalam kebijaksanaanNya yang tak terselami Ia telah menentukan karya it uterus berlangsung dengan peran serta kita.

Jika Ia meminta kepada kalian untuk membaktikan diri sepenuhnya tanpa syarat, bagaimana mungkin anda menolakNya? Siapa yang bersedia memberikan kasih tertinggi ini akan menikmati dalam hidup ini kegembiraan tak terperikan yang tidak dikenal oleh dunia, sebagai sajian awal dari kebahagiaan yang disiapkan untuk mereka di Surga. Tidak ada kegembiraan dan kemuliaan yang lebih tinggi daripada kegembiraan dan kemuliaan para Rasul, yang bekerja sama dengan kristus untuk keselamatan orang-orang, yang membangkitkan pengikut-pengikut baru bagi iman dan budaya Kristiani baik dalam wujud satu kawanan, suku, bahkan bangsa seluruhnya yang memuliakan namanya untuk selama-lamanya.

Kaum muda terkasih, sambutlah pesan ini, renungkanlah sungguh-sungguh dalam terang iman, dan berdoalah kepada Allah agar berkenan menyatakan rencanaNya bagi kalian. Bertanyalah kepada hati kalian untuk mendengar apa yang dikatakan kepada kalian dan jika kalian merasa tertarik, temukanlah dalam ketertarikan itu kehendak Tuhan sendiri. Sungguh mulia dan suci kerasulan yang kalian lakukan dalam jajaran Orang Muda Katolik. Tetapi jika Tuhan memanggil kalian untuk satu hal yang lebih tinggi, jangan menyesal untuk meninggalkan yang sudah lampau dan menatap ke depan, di mana kalian dapat meraih kehormatan lebih tinggi untuk kemenangan Kerajaan Allah.

Saya berdoa kepada Tuhan agar berkenan membangkitkan dari jajaran jiwa-jiwa besar yang dalam waktu mendatang menjadi bentara-bentara injil yang gagah berani sampai ke ujung bumi. Saya memberkati kalian dengan penuh kasih saying dan saya mohonkan kepada Tuhan agar mengabulkan apa pun yang baik yang dapat didambakan oleh hati mulia kalian, para Orang Muda Katolik.