Riwayat Hidup

SANTO GUIDO MARIA CONFORTI

Pendiri Serikat Xaverian

 

Guido Maria Conforti lahir pada hari kamis tanggal 30 Maret 1865 dari pasangan Rinaldo Conforti dan Antonia Adorni di Casalora, Ravadese, Parma, Italia. Ayahnya ingin agar nantinya Guido menjadi seorang manager yang bisa meneruskan usaha orang tuanya. Oleh karenanya Guido disekolahkan disekolah yang terbaik di kotanya yang ditangani oleh para Bruder.

Ia masuk sekolah dasar pada tahun 1872, dalam perjalanannya kesekolah anak ke 8 dari sepuluh bersaudara ini selalu singgal di Gereja Santa Maria de la Pace. Di dalam Gereja itu hati dan pikirannya terpaut pada Salib Yesus di atas Altar. Guido lama menatap salib itu dan ia merasa Yesus berbicara kepadanya: “ Yesus memandang aku dan aku memandang Dia, Ia mengatakan banyak hal padaku.”

Guido Muda

Di usia 14 tahun Guido berkeinginan melanjutkan pendidikannya di Seminari. Pada saat mengutarakan keinginannya kepada orang tuanya, ayahnya menentang keras dengan mengatakan kepada keluarganya kalau ia tidak akan mengeluarkan uang sepeserpun untuk Guido kalau dia masuk seminari. Namun ia mendapatkan penghiburan dari Ibunya yang mengatakan kepadanya kalau dia akan menanggung beaya pendidikannya diseminari. Ibunya membuka pertenakan ayam dan hasilnya dipergunakan untuk biaya pendidikan Guido di seminari.

Di usia 17 tahun pada saat Guido di seminari ia membaca kisah Santo Fransiskus Xaverius, seorang misionaris Agung yang mewarkatakan Kristus ke Asia. Setelah membaca kisah Santo Fransiskus Xaverius dirinya sering kali gelisah. Gelisah karena dalam dirinya timbul keinginan untuk menjadi seorang misionaris seperti Fransiskus Xaverius.

Untuk mewujudkan keinginan hatinya menjadi misionaris Guido kemudian mendaftarkan diri untuk masuk Serikat Yesus, ordo dimana Santo Fransiskus Xaverius bergabung. Namun dia tidak diterima bergabung di Serikat Yesus karena Guido mengajukan persyaratan ingin menjadi misionaris, sedangkan di Serikat Yesus tidak menerima “persyaratakan” para calon melainkan ketaatan.

Kemudian Guido mengirimkan surat kepada Pastor Yohanes Don Bosco pendiri suatu kongregasi untuk misi. Namun ndak pernah mendapat balasan.

Akhirnya Guido melanjutkan pendidikan di Seminari sebagai imam projo. Dan di tahbiskan menjadi imam pada tanggal 22 September 1888 oleh Uskup Giovanni Andrea Miotti di Parma. Setelah itud dia mengajar di Seminari dimana dia dulu belajar dan kemudian ia diangkat sebagai wakil rektor seminari. Pada tanggal 1 Maret 1896 diangkat menjadi Vikaris Jendral keuskupan Parma.

Mgr. Conforti mengunjungi keuskupannya

Hasrat dan keinginan Conforti untuk menjadi seorang misionaris untuk meneruskan karya Santo Fransiskus Xaverius tak dapat di bendung. Pastor Guido sering kali berdoa dan meminta petunjul Tuhan. Setelah lama berdoa dan meminta petunjuk Tuhan akhirnya Conforti menyadari bahwa Tuhan tidak menghendaki dirinya menjadi misionaris tetapi menjadi Bapa para misionaris.

Untuk itu pada tanggal 9 Maret 1894 Pastor Guido mohon ijin kepada Kardinal Ledochowski ketua kongregasi pewartaan imam di Roma untuk mendirikan suatu kongregasi misioner. Demikian isi suratnya: “ Bapa Kardinal yang mulia, aku akan mengorbankan seluruh diriku, seluruh kekayaanku harta warisanku untuk mendirikan suatu kongregasi Misioner yang akan mendapat nama dan semangat dari Santo Fransiskus Xaverius.

Satu setengah bulan kemudian Pastor Guido mendapat jawaban dari Roma yang mengabulkan keinginannya. Kemudian dia membeli sebidang tanah di pinggir kota Parma, lalu dibangunlah rumah sebagai Rumah Induk Serikat Misionaris Xaverian.

Pastor Guido mendirikan Serikat Misionaris Xaverian pada tanggal 3 Desember 1895 dan mendapatkan ijin pengesahan dari Paus Leo XIII. Pada tanggal 3 Maret 1899 Di kapel seminari P Guido mengucapkan selamat jalan kepada dua orang misionaris xaverian pertama yang berangkat ke Cina. Mereka adalah Pastor Caio Rastelli dan Diakon Odoardo Manini.

Pada tanggal 9 Juni 1902 Paus Leo XIII menunjuk Pastor Guido Maria Conforti sebagai uskup Ravenna. Ravenna adalah suatu keuskupan yang sulit banyak penduduk disana anti terhadap para imam dan anti gereja Katolik. Pada tanggal 14 November 1904 Mgr Guido Maria Conforti ditunjuk sebagai Coadjutor keuskupan Parma dan Titular keuskuan Agung Stauropolis.

Pada tanggal 12 Desember 1907. Mgr conforti diangkat menjadi uskup Parma. 15 Agustus 1921 Ia selesai menulis Surat Wasiat. Dengan surat ini ia menyampaikan Konstitusi Xaverian yang telah disahkan secara deifinitif oleh Roma kepada para anggota Misionaris Xaverian.

Diantara bulan September-Desember 1928 Meskipun dalam situasi kesehatan yang

Santo Guido saat berkunjung di Tiongkok

 

tidak begitu baik dan usia cukup lanjut, dia mengunjungi para misionarisnya di Cina.

Pada tanggal 5 November 1931, St. Guido Maria Conforti wafat di Parma. Dua keluarga besar berkabuang atas kepergiannya: Keuskupan Parma yang menikmati kepemimpinannya sebagai gembala selama 24 tahun dan Serikat Xaverian yang ia dirikan 36 tahun sebelumnya.

Pada hari Minggu 17 Maret 1996 di Gereja basilik St. Petrus di Roma Sri Paus Yohanes paulus II dalam suatu upacara yang sangat meriah mengumumkan kepada dunia, bahwa: GUIDO MARIA CONFORTI ADALAH BEATO, yaitu saksi Kristus yang sejati yang patut dicontoh oleh Gereja sedunia.

Berikutnya, Paus Benediktus XVI menyatakan Guido Maria Conforti sebagai orang kudus (sebagai SANTO) pada hari minggu misi sedunia pada tanggal 23 Oktober 2011 di Lapangan Basilika St. Petrus – Roma.

Perjalanan panggilan seorang misionaris itu bermakna sebagai “pengembaraan” , suatu proses perjalanan, pencarian kepada keabadian, kesejatian hidup beriman bersama umat Allah yang kita temui dan layani sampai ke ujung-ujung bumi.