Rosario Misioner

 

Rosario merupakan doa berkarakter biblis, karena berpusat pada peristiwa-peristiwa keselamatan dalam kehidupan Yesus Kristus dan terikat amat erat dengan Maria. Dalam ritme meditatif, doa ini mengantar orang masuk ke dalam misteri keselamatan. Maka ketika kita mendoakan Rosario, kita mengundang Bunda Maria. “Dalam kelemahlembutanmu, kami mempercayakan airmata, keluh kesah dan pengharapan mereka yang berkesusahan. Dalam setiap kegembiraan dan kesedihan, kecemasan dan pengharapan dalam langkah kehidupan kami, tunjukkanlah kepada kami Yesus Kristus, Puteramu dengan kelemahlembutan hati seorang ibu.”

 

PERJALANAN-PERJALANAN MIONER MARIA

Injil dan tradisi mencatata beberapa perjalanan Misioner Maria:

  • Perjalanan ke pengunugan Yehuda: maria membawa Yesus kepada Elisabet saudarinya dan Yohanes Pembabtis bergejolak di dalam kandungannya ( Lk 1:39-45)
  • Perkalanan ke Betkehem: Maria bersama St. Yusuf membawa Yesus ke Betlehem dan setelah lahir diperjkenalna-Nya kepada para hgembala yang mewakili bangsa yahudi dan kepada orang-orang majus dari Timr yang mewakili bangsa-bangsa bukan dari Yahudi (Lk 2:8; Mt 2:11)
  • Perjalanan ke Afrika: Maria bersama St. Yusuf membawa Yesus mengngusi ke Afrika (Mesir), yang menjadi “Tanah air Yesus yang kedua” (Paus paulus VI) (Mt 2:13-15).
  • Perjalanan ke Kana: maria mempersiapkan kedatangan Yesus di Kana yang di Galilea (Yoh 2:1-2) dan mendesak agar “Saat Yesus” dinyatakan di situ.
  • Perjalanan ke surga: maria pergi ke surga; di sana sebagai Ibu Gereja, memohonkan rahmat agar gereja-gereeja setia dalam mewartakan Yesus kepada segala bangsa.

 

Dana Maria, Misionaris yang pertama, akan selalu berjalan bersama Gereeja Misoner di dunia ini sepanjang zaman.

Dialah : “Ratu para rasul! ( Ho;ili, Roma 1979).

 

BERSAMA BUNDA MARIA MENGUNJUNGI KE 5 BENUA DUNIA

 

Untuk mempersiapkan Gereja memasuki Milenium III, bapa suci Yohanes Paulus II telah menghimpun Gereja per benua. Untuk pertama kali selama 2000 tahun, Gereja dari masing-masing benua telah diberi kesempatan untuk mengungkapna kepada bapa Suci tentang situasinya, sejarahnya, suksesnya, kegagalan dan harapannya.

Bapa suci “menyimpan segala perkara itu dalam hatinya dan merenungkannya” (Lk 2:19) untuk mengerti apa yang mau dikatakan oleh Roh Kuduis kepada Gereja-Nya (Why 2:7dst). Kemudian Bapa Suci menunjukkan arah perjalanan bagi Gereja di masing-masing benua.

Pengalaman Gereja dari masing-masing benua beserta pengarahan dari Bapa Suci akan menuntun kita dalam berdoa Rosario Misioner.

Sambil berdoa Rosario Misioner, bersama Bunda Maria, kita akan brekeliling mengunjungi masing-masing benua di dunia. Kunjungan Bunda Maria akan mempersiapkan benua-benua di dunia untuk mempersiapkan benua-benua di dunia untuk menerima Putranya Yesus Kristus sebagai satu-satuya Penyelamat dunia.

 

LIMA BENUA, LIMA WARNA

 

Dunia terdiri atas 5 benua: Afrika, amerika, Eropa, Oceania, dan Asia. Kepada masing-masing benua kita berikanwarna tersendiri yaitu:

HIJAU bagi AFRIKA (warna hutan)

MERAH bagi AMERIKA (warna dasar pelangi)

PUTIH bagi EROPA (warna salju)

BIRUbagi OCEANIA (warna samudra)

KUNING bagi ASIA (warna matahari)

 

Rosario Misioner pun terdiri atas 5 warna: Hijau, Merah, Putih, Biru, dan Kuning. Maka:

  1. Bila kita memegang biji-biji rosario yang Hijau kita akan berdoa untuk benua Afrika.
  2. Bila kita memegang biji-biji rosario yang Merah kita akan berdoa untuk benua Amerika.
  3. Bila kita memegang biji-biji rosario yang Putih kita akan berdoa untuk benua Eropa.
  4. Bila kita memegang biji-biji rosario yang Biru kita akan berdoa untuk benua Oceania.
  5. Bila kita memegang biji-biji rosario yang Kuning kita akan berdoa untuk benua Asia.

 

BENUA AFRIKA

(Puluhan Hijau)

“Sejak diangkat menjadi Paus saya telah mengadakan 10 kunjungan pastoral ke Afrika dan Madagaskar dan mengunjungi 36 negara untuk mendampingi Gereja benua Afrika memasuki Milenium III”-demikianlah pernyataan Bapa suci Yohanes Paulus II- “ dan tema yang telah saya tentukan bagi Gereja Afrika supaya direnungkan dan dikembangkan adalah “ gereja di Afrika dan perutusan misonernya di Milenium III: “ Kamu akan menjadi saksi-Ku di Afrika dan…sampai ke ujung bumi (Kis 1:8)”.

 

GEREJA DI AFRIKA

Pewartaan Injil di Afrika mencataan tiga fase:

  1. Pada abad-abad pertama Injil diwartakan di Mesir dan di Afrika Utara
  2. Pada abad-abad XV-XVI Injil diwartakan di negara-negara bagian selatan Gurun Sahara.
  3. Pada abad XIX diadakan suatu pewartaan intensif dan sistematis di seluruh Afrika.

Paus paulus ke VI dalam suatu amanat kepada Gereja Afrika telah mengignatkan kejayaan Gereja Afrika pada abad-abad pertama: “benua Afrika telah menjadi tanah air Yesus yang kedua, afrika telah melindungi Yesus terhadap kekejaman Herodes (Mt 2:13), Afrika dalam diri Simon dari Kirene (Mk 5:21) telah menolong Yesus memanggul salib-Nya menuju Kalvari”.

Menurut tradisi penginjil, Markuslah yang mewartakan Injil di Afrika. Ka;i kenagkan barisan para martir, pengaku iman dan perawan. Pada abad-abad pertama, afrika memiliki perintis di bidang teologi dan Kitab Suci seperti: Origenes, St. Atanasius, St. Sirillus, Tertulianus, St.Siprianus dan yang terutama adalah santu Agustinus. Rahib-rahib dari padang gurun seperti St. Paulus rahib, St. Antonius pertapa, St. Pakomius.

Fase kedua, pewartaan di Afrika ditandai oleh kdatangan misionaris-misionaris dari Barat pada tahun 1491.

Fase ketiga, sekitar tahun 1800, ditandai oleh suatu pewartaan yang sistematis dan intensif di seluruh Afrika oleh kongregasi-kongregasi misoner sehingga gereja telah berkembang secara menakjubkan.

Para martir dari Uganda yang pada hari ini, hari Minggu Misi Se-dunia tahun 1964, kami nyatakan sebagai orang kudus, meneruskan dan memahkotai barisan para martir abad-abad pertama. “barisan orang suci dari Gereja Afrika” kata Paus Yohanes Paulus II- “diperindah lagi oleh orang-orang yang saya sendiri menyatakan “Beato” seperti: Klementina Anwarite, perawan dan martir dari Kongo, Viktoria Rasoamarivo dari Madagaskar dan Yosephi Bakhita, suster Kanosian dari sudan. Itulah karya Tuhan, suatu keajaiban d mata kita (Mzm118: 3)”.

 

PENGAKARAN DAN PERKEMBANGAN GEREJA

“Kamulah saksi-Ku di Afrika!”

Jumlah penduduk Afrika sekarang adalah sebesar 745 juta jiwa, umat katolik sebanyak 110 juta orang (14,76%). Selama dua abad terakhir ini jumlah umat katolik telah bertambah dua kali lipat dan kebanyakan uskup, imam dan rohaniawan sudah pribumi. Seminari-seminari untuk pembinaan misionaris-misionaris bertambah pula dan telah melayani bukan hanya di Afrika tapi juga benua-benua lain yang mengalami kekurangan imam. Gereja Afrika sudah memiliki diakon-diakon tertahbis, dan Bapa Suci mengajak agar jumlah mereka menjadi semakin besar. Lembaga dan sarana katolik di bidang kesehatan adalah sebesar 17% dari semua lembaga dan sarana di seluruh benua. Namun Afrika membutuhkan uskup, imam, rohaniawan dan awam yangan bukan hanya jumlahnya dan siap secara profesional, tetapi juga suci untuk mengahadapi situasi zaman ini yang sungguh memprihatinkan,sebagaimana dilukiskan oleh para peserta Sinode Afrika:

“hampir seua negara kami sedang mengalami kemelaratan yang mengerikan yanga makin menjadi-jadi, administrasi buruk, nepotisme, korupsi, kerakusan akan kuasa, hutang internasional, pemasaran senjata, masalah pengungsi,penyebaran AIDS, praktek perbudakan …tapi terutama perang saudara, afrika telah menjadi lautan perang saudara yang menghabiskan penduduk, kekayaan alami dan budaya”.

Bapa Suci Yohanes Paulus II bertanya kepada Gereja Afrika: “Apakah kalian sudah mempersiapkan awam yanga kompeten di bidang politik, ekonomi, sosial,dana yang berpedoman pada prinsip Injil? Hari ini dengan seluruh kehangan hatiku aku mohon kepada kalian: jangan berpegang pada penawaran dari luar, pandanglah dalam dirimu sendiri. Kembalilah kepada kekayaan kebudayaanmu, kepada imanmu. Di dalam dirimu kalian akan menumukan kebebasan sejati, akan menemukan Kristus yang akan mengantar kalian kepada keebnaran! Janganlah berputus asa, sebab nama kalian masing-masing terukir dalam tangan Yesus yang tersalib: lihatlah Aku telah mengukir engkau dalam telapak tangan-Ku, janganlah takut!”.

Dan Kristus menyapa kalian, murid-murid-Nya di Afrika dan kepada kalian Ia menyerahkan pesan-nya: “Kamulah saksiKu” …sampai ke ujung bumi!” oleh karena itu dari GEREJA MISI jadilah GEREJA MISIONER sampai ke ujung bumi!”.

 

 

 

 

BENUA AMERIKA

(Puluhan Merah)

Di mexico Bunda maria pada tahun 1531 telah menampakkan diri kepada Juan Diego, seorang penduduk asli yang istrinya meninggal dua tahun sebelumnya. Bunda maria berpesan agar Ia dikenali dan dihormati sebagai Santa Perwana Maria dari Guadalupe.

Santa Perwana Maria dari Guadalupe pada tahun 1946 telah dinyatakan oleh Paus Pius XII sebagai Pelindung kedua bagian Amerika: Utara dan Selatan, karena memang Amerika Utara dan Selatan sejak dulu mengakuinya sebagau Pelindung seluruh Amerika. Di Guadalupe pula, tempat di mana kedua Amerika menjadi satu, Bapa Suci Yohanes Paulus Iimenyerahkan Anjuran Apostolik “Gereja di Amerika” kpada Gereja benua Amerika sebagai rah perjalananya di Milenium ke III. Sudah 500 tahun Kristus diwartakan di benua Amerika dan sekarang hampir 50% dari seluruh umat katolik seduinia berada di Amerika.

Pewartaan Kristus telah menghasilkan banyak orang suci, aneka ragam karya kasih, terutama telah meginjili kebudayaan dan dunia pendidikan. Namun demikina Amerika masih membutuhkan Gereja untuk menghadapi tantangan-tantangan masa kini yanga mendesak, seperti menegakkan penghormatan terhadap hak-hak azasi manusia dan demokrasi, mencari bentuk-bentuk globalisasi yang tidak menyingkirkan negara-negara miskin, meninjau hutang negara yang sedang berkembang, krupsi, pemasara narkoba dan ekologi. Gereja Amerika akan menumukan kekuatan untuk mengatasi tantangan-tantangan itu hanya kalau menggali kembali identitas kristianinya: pertobatan, hidup dala Roh, doa, matiraga, rekonsiliasi dan memberikan prioritas kepada panggilan-panggilan untuk hidup kontemplatif. Gereja di Amerika harus berbicara lebih banyak tentang Yesus Kristus, “wajah manusiawi Allah dan wahaj ilahi manusia”. Gereja di benua Ameriak tidak memenuhi pertusan-Nya kalau hanya menjiwai orang-orang yang sudah kristiani. Gereja benua amerika perlu mendengarkan peasan Yesus: “Pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu!” (Mt @*:19)>

Gereja Amerika harus lebih giat lagi:

  • Dalam mendukung kerjasama antara Gereja-gereja Kristen;
  • Dalam mengutus misionaris-misionaris ke seluruh dunia;
  • Dalam mengembangkan dimensi misoner dalah hati kaum rohaniawan dan dalam kongregasi-kongregasi kontemplatif;
  • Dalam mempersatukan kaum awam, imam, uskup, rohaniawan,lembaga-lembaga dari Amerika Utara dan elatan dalam visi “Amerika itu adalah satu!”.

 

DOA KEPADA IBU MARIA DARI GUADALUPE

Oleh Yohanes Paulus II

 

Maria, Perawan darai Guadalupe, Ibu seluruh Amerika, bantulah kami untuk mewartakan kebenaran yang telah diwartakan oleh Yesus, Putramu dan mewujudnyatakan cinta kasih, anugerah pertama Roh Kudus. Bantulah kami dalam menguatkan saudar-saudara kami dan dalam menanamkan harapan akan hidup yang kekal.

Ratu para rasul, berkatilah kerelaan kami untuk mengabdi tanpa mengenal lelah kepada Injil putramu, kepada perdamaian yang ditegakkan atas dasar keadilan dan atas kasih antar manusia dan antar bangsa-bangsa.

Ratu damai, selatkanlah semua bangsa benua ini yang menyerahkan diri sepenuhnya kepadamu. Luputkanlah mereka dati perang, kebencian dan pemberontakan. Bantulah agar masyarakat dan para pemimpinnya belajar hidup dalam damai dana membina perdamaian, belajar menghormati hak masing-masing orang, supaya perdamaian itu menjadi kokoh.

Perawan “morenita”, Ibu pengarapan, Ibu dari Guadalupe, dengarkanlah kami! Amin.

 

BENUA EROPA

(Puluhan Putih)

Gereja Eropa berusia 2000 tahun. Selama 2000 tahun Gereja Eropa telah membawa Injil kepada benua Asia, Afrika, Amerika dan Oceania.

Tapi pada fajar Milenium ketiga ini, bagi benua Eropa, ereja sepertinya telah menjadi garam yang kehilangan dayanya, yang tidak berguna lagi. Benua Eropa dengan bangga menyatakan emansipasinya dari Gereja di bidang politik, budaya, ekonomi, iman dan akhlak.

Pada bulan Desember 1999 uskup-uskup dari benua Eropa bersinode di Roma. Sinode itu telah berusaha memikirkan kembali panggilan Gereja Eropa. Dengan banyaknya problem yang terjadi di dalam masyarakat Eropa, khusunya dalam tata kehidupan individu dan masyarakat, Gereja merasa perlu menmukan kembali tugas pewartaan yang telah diberikan oleh Guru Ilahi di dalam masyarakat yang sudah berbeda semacam itu.

Para uskup, imam, rohaniawan dan awam telah mengadakan introspeksi yang serius mengenai kesaksian Gereja-gereja mereka yang memerlukan paradigma baru. Bapa-bapa Sinode telah sepakat bahwa untuk membangkitkan kembali vitalitas Gereja Eropa perlu dimulia dari keluarga. Keluarga yang sehat, seperti dikehendaki sang Pencipta dan yang dikuduskan sakramen pernikahan.

Selanjutnya perlu juga menemukan kembali arti misteri Kristus yang hadir dalam Gereja, dalam Kitab Suci dan dalam sakramen-sakramen. Demikian pula disadari kekutan dari geraka-gerakan yang lahir dalam Gereja. Kesaksian iman mereka yang spontan dan sejati, yang tidak eksklusif, yang tidak membeda-bedakan ras dan suku, sudah merupakan tanda bahwa fajar bagi suatu era baru Gereja Eropa sudah menyingsing.

 

 

BENUA OCEANIA

(Puluhan Biru)

“Ratu Samudra Pasifik” itulah yang paling dusayangi oleh umat Jatolik Oceania untuk Bunda Maria.

Benua Oceania terdiri atas 3pulau besar yaitu Australia, Papua New Guinea dan Selandia Baru dan atas puluhan ribu pulau lainnya. Luas daratannya saja mencapai 9.000 km2 dan jumlah penduduknya sekitar 29 juta orang. Sedanfkan jumlah umat Katolik sebesar 8 juta orang.

Pewartaan pertama tentang Yesus bergandeng dengan kedatangan para penjajah Eropa. Perlu diakui bahwa pewartaan itu telah ditentang keras oleh penduduk-penduduk asli, sehingga banyak pewarta Injil telah dibunuh. Lagipula perselisihan antara protestan dan katolik meruncing, berkaitan dengan kepentingan penguasa-penguasa Eropa yang mendukung gerejanya masing-masing.

Baru pada tahun 1842 Vatikan berhasil mentapkan hiraki Gereja Katolik. Umat Katolik dilayani oleh Konfederasi 4 Konferensi Uskup: Australia, selandia baru, pulau-pulau Pasifik, Papua new Guinea beserta pulau-pulau salomon.

 

 

YANG PERTAMA DAN YANG TERAKHIR

Garis meridian ke-180 telah dijadikan patok untuk menghitung mulainya hariyang baru di bumi kita. Garis merdian itu melintasi dan membelah Oceania atas dua bagian, sehingga bagian timur dari garis meridian itu adalah daerah yang pertama di bumi yang disinari oleh matahari yang terbit. Sedangkan bagian barat dari garis itu adalah daerah bumi yang terakhir yang disinari oelh matahari pada hari yang sama. Gambaran “yang pertma dan yang terakhir” ini- kta bapa-bapa Sinode Oceania- dengan tepat melukiskan kesenjangan antara “yang pertama dan yang terakhir” dalam masyarakat di Benua Oceania. Berikut beberapa contoh antara lain:

Di kepualua Kiribati tenaga medis rata-rata kurang dari dua orang dokter untuk 10 ribu penduduk, padahal di kepulau itu sudah dibangun stasiun untuk peluncuran dan pendaratan satelit-satelit. Benua Oceaia merupakan gudang alami bahan-bahan mentah yang tak terhitung kekayaannya. Tragisnya kekayaan alam itu jatuh dalam tangan bangsa-bangsa “yang pertama”. “yang terakhir” dijadikan tempat sampah nuklir yang dihasilkan oleh “negara-negara yang pertama”, seperti halnya yang terjadi di Pulau Johnston, dengan melanggar perjanjian yang telah ditandatangani di Rarotonga (6 Agustus 1985)> suara Gereja adalah satu-satunya suara yang menentang pemerkosaan benua itu oleh “orang-orang yang pertama”.

 

Pewartaan “Suara di Padang Gurun”

Gereja prihatin seba visi hidup yang materlialistis dan sekularis sudah merasuk ke dala hati mat beriman, yang malah mendukungnya. Pewartaan Injil sepertinya “suara di padang gurun”. Padang gurun adalah sikap acuh tak acuh dan apatis di bidang iman dan akhlak.

Bapa suci mengajak Gereja Oceania agar mengenakan keberanian para martir Oceania dan mengingatkan, bahwa Injil dapat diterima oleh orang-orang Oceania terutama kalau diwartakan sebagai kesaksian “suatu komunitas”, seperti komunitas keluarga dan komunitas umat paroki.

 

 

BENUA ASIA

(Puluhan Kuning)

Benua Asia adalah bnua kita, yang terbesar di antara semua benua.secara khusu benua asia memuji syukur kepad “Allah keselamatan”, sebab Allah telah memilih Asia untuk melaksanakan Karya Keselamatan dunia. Abraham adalah orang Asia, Musa, Daud, Yusuf, Bunda Maria, ke-12 rasul, semuanya orang Asia. Yesus Kristus, Putra Allah, telah lahir sebagai orang Asia. Dana Geeja pun lahir di Asia. Maka kata Bapa Suci Yohanes Paulus II- Gereja Asia yang sadar akan hadiah yang unik ini dengan tak henti-hentinya menyerukan: “Pujian Tuhan, karna Ia baik! Kekal abadi kasih setia-Nya!” (Mzm 117:2).