CHAD

CHAD

Setelah mengalami kegagalan pada paruh kedua abad ke-17, Gereja Katolik lahir di Chad pada tahun 1846 dan menjadi bagian dari Vikariat Apostolik Afrika Tengah. Terdapat juga beberapa gereja protestan dan komunitas-komunitas baru berinspirasi Katolik yang terus bertambah jumlahnya. Daerah utara Chad, yang sedikit saja penduduknya, didiami oleh warga campuran Arab beragama Islam. Bagian selatan, tempat sebagian besar penduduk bermukim, lebih terbuka kepada pewartaan Injil dan lebih maju di bidang ekonomi dan kebudayaan.

Komunitas-komunitas Katolik di Chad terus melakukan karya besar evangelisasi. Hal ini ditandai dengan sejumlah besar baptisan baru tiap tahun. Para Xaverian berada di Chad sejak 1982 atas undangan uskup Pala. Mereka terutama berkarya dibidang evangelisasi, pendidikan katekis, peningkatan taraf hidup (pemberantasan buta huruf, peningkatan martabat wanita, keadilan sosial, penyediaan sumur, lumbung bersama….), dan dibidang komunikasi bersama Radio Terra Nuova. Radio ini memancarkan siaran dalam 10 bahasa setempat dibidang informasi dan pendidikan, dengan perhatian khusus terhadap kesehatan, hak asasi, pendidikan kewarganegaraan dan hubungan antara tradisi dan dunia modern. Dengan metode penyampaian lisan Sabda Allah dan penerjemahan Kitab Suci ke dalam bahasa-bahasa setempat, para Xaverian berusaha menginkulturasikan pesan-pesan Injili. Untuk tujuan itu, mereka melakukan usaha-usaha untuk membakukan secara tertulis bahasa-bahasa dan tradisi-tradisi lisan dari daerah itu, guna melestarikan warisan budaya tradisional yang terancam oleh dunia modern. Mereka juga memberikan perhatian khusus kepada kaum muda, yang merupakan mayoritas penduduk, karena mereka semakin terkonsentrasi di kota-kota besar untuk belajar dan bekerja.