KAMERUN

KAMERUN
Gereja Katolik di Kamerun mulai dengan pembentukan prefektur Apostolik Kamerun (1890) yang dipercayakan kepada imam Pallotini dari Jerman. Daerah pantai dengan cepat mengenal iman Katolik, juga berkat karya kaum Protestan yang sudah berada di sana, sedang bagian utara Kamerun baru pada paruh kedua tahun 1900-an menerima pewartaan Katolik secara sistematis dari tangan para misionaris Perancis. Kelima Xaverian pertama tiba di Kamerun pada tanggal 5 September 1982. Mereka bermukim di Douala-metropolis daerah selatan- dan di daerah sebana utara. Beberapa tahun kemudian mereka mulai berkarya juga di daerah pinggiran yang padat penduduk dua kota di selatan, yakni Yaounde, ibukota Kamerun, dan Bagoussam. Dalam karya pewaartaan mereka menetapkan pembentukan komunitas-komunitas katolik yang baru, kunjungan teratur, pendidikan para katekis dan penasehat pastoral, sambil memberikan penekanan pada pengajaran agama kepada orang dewasa, pendidikan kaum awam dan memperbanyak komunitas basis gerejawi. Dari tahun 1982 sampai 2011 sekitar 90 orang Xaverian telah bekerja di Kamerun.
Pada awal tahun ‘90an mulailah penerimaan kaum muda Kamerun yang ingin menjadi anggota Xaverian. Beberapa dari mereka kini telah berkarya di daerah-daerah misi Xaverian. Di sini pula terdapat komunitas teologi internasional Xaverian yang terlibat dalam pastoral missioner. Komunitas ini menerima para frater teologi dari empat benua dan mereka direncanakan untuk berkarya terutama di Afrika.
Sejumlah paroki yang didirikan oleh para Xaverian telah diserahkan kepada para imam dan awam setempat. Dalam usaha mencari bentuk karya baru yang sesuai dengan situasi seempat dan tantangan yang dihadapi pewartaan di Afrika masa kini, selain pewartaan Injil dan pembentukan komunitas basis baru, beberapa Xaverian mengajar di seminari-seminari untuk mendidik para calon pemimpin komunitas basis, sedangkan yang lain terjun di bidang kebudayaan, peningkatan kondisi hidup dan keadilan social. Dengan sedikit waspada, mereka juga menyiapkan diri untuk kegiatan dialog antaragama.