KONGO

REPUBLIK DEMOKRATIK KONGO

Pewartaan Injil pertama di Kongo berlangsung pada abad ke-15. Pewartaan Injil kedua mulai pada tahun 1880 di bagian barat negara itu yang dilakukan oleh misionaris Serikat Roh Kudus dan CICM, sedangkan di bagian timur oleh para Misionaris Africa. Para Xaverian tiba pada tahun 1985, dua tahun sebelum kemerdekaan Kongo dan ikut terjun dalam karya misi para Misionaris Afrika. Mereka mendirikan keuskupan Uvira (1962), kemudian melebarkan karya ke keuskupan Bukavu, Goma, Kasongo dan Kinshasa. Mereka melakukan pewartaan Injil terutama bagi orang-orang yang belum mengenal Kristus, pendidikan para calon imam setempat, para volunteer dan katekis umat basis, pembentukan dan konsolidasi komunitas paroki, peningkatan taraf hidup, karya sosial bermacam-macam dan pembangunan sekolah di berbagai tingkat, seperti Sekolah Tinggi Pedagogi di Bukavu. Setelah kemerdekaan, Gereja Kongo mengalami tahun-tahun kekacauan: banyak imam, suster dan awam dibunuh, antara lain martir Suster Anuarite dan tiga orang Xaverian (L. Carrara, G. Didone, dan V. Faccin) pada tangal 28 November 1964.

Dalam lingkungan politik dan sosial yang sangat tidak setabil, Gereja Kongo dipanggil untuk memadukan rekonsiliasi, keadilan dan perdamaian dalam dinamika pastoral misioner yang tidak mudah. Para Xaverian kini dihadapkan pada tantangan untuk mendampingi perjalanan Gereja tersebut dalam kerjasama dengan para uskup setempat. Hal ini dilaksanakan dengan kreativitas misioner, bersama dengan pekerja pastoral lainnya (biarawan, biarawati, para imam Fidei Donum, para awam yang aktif di berbagai pelayanan).

Mulai tahun 1980-an para Xaverian bekerja dibidang panggilan dan pendidikan orang muda yang tertarik pada karisma misioner Conforti.