MOZAMBIK

 

Republik Mozambik adalah sebuah negara di Afrika bagian selatan yang berbatasan dengan Afrika Selatan, Swaziland, Tanzania, Malawi, Zambia dan Zimbabwe. Mozambik merupakan anggota Komunitas Negara-Negara Berbahasa Portugis dan Persemakmuran. Ibu kota sekaligus kota terbesarnya ialah Maputo yang terletak di penghujung bagian selatan.

Peta Negara

Selama abad pertama dan kelima masehi, suku-suku berbahasa Bantu bermigrasi dari ujung utara dan barat menempati wilayah ini. Kemudian suku Swahili, dan kemudian Arab, membangun perdagangan maritim  disepanjang pantai sampai tibanya bangsa Eropa. Vasco da Gama menjelajahi wilayah ini pada tahun 1548 dan akhirnya wilayah ini menjadi jajahan Portugal mulai tahun 1505. Setelah penjajahan Portugal berlangsung selama empat abad, Mozambik memperoleh kemerdekaannya pada 25 Juni 1975, dan mendeklarasikan diri sebagai Republik Rakyat Mozambik, di mana rezim Komunis menguasai negeri ini hingga akhir 1990an. Setelah dua tahun merdeka, timbul perang sipil yang  berkepanjangan mulai tahun 1977 hingga tahun 1992. Pada tahun 1994, Mozambik menyelenggaraan pemilu pertamanya dengan peserta multipartai dan memperoleh kestabilan politik setelahnya. Mozambik terbagi menjadi 11 provinsi: Cabo Delgado, Gaza, Inhambane, Manica, Maputo (kota), Maputo, Nampula, Niassa, Sofala, Tete, and Zambezia. Bahasa nasionalnya adalah bahasa Portugis dan Kisena.

Karya-karya Para Misionaris Xaverian

Misionaris pertama menjejakkan kaki di pulau St. Georgius, di depan pantai Mozambik, pada tanggal 11 Maret 1498, dengan menumpang kapal Vasco da Gama. Demikian juga St. Fransiskus Xaverius, dalam perjalanan ke Daerah Timur, berhenti di Mozambik selama 7 bulan.

Para Xaverian tiba di Mozambik pada tahun 1998, tepat 500 tahun setelah kedatangan misionaris pertama. Mereka berkarya di keuskupan Beiran dan Tete. di Mozambiq dimulai pada tahun 1998. Jumlah Xaverian yang berkarya di Mozambik saat ini kurang lebih 14 orang dengan 13 orang pastor dan 1 orang bruder. Karya utama yang dijalankan oleh para konfrater kita di sana adalah “pewartaan pertama” dan karya pastoral. Saat ini para Xaverian berkarya di 4 paroki yaitu: Dombo, Chemba, Sena dan Charre, dan mereka hadir di tengah-tengah masyarakat yang non kristiani.
Dikarenakan luas misi yang dipercayakan pada Xaverian, para Xaverian menetapkan untuk mendirikan dan mengembangkan komunitas-komunitas Katolik kecil yang mewartakan Injil. Perhatian khusus diberikan pada pendidikan pemimpin setempat, agar mereka mampu memimpin dan menopang kehidupan masyarakat. Bersama dengan pewartaan, sejak dari semula mereka mengutamakan pendidikan, berhubung tingkat buta huruf tinggi sekali.

Karya-karya yang dijalankan :

Pembinaan komunitas-komunitas penginjil

Pembinaan Kepemimpinan

Di paroki-paroki yang dipegang oleh Xaverian terdapat banyak komunitas. Usaha para xaverian adalah agar tiap komunitas menyadari kodratnya sebagai komunitas misioner jadi harus melahirkan komunitas yang lain. Tiap orang beriman harus melahirkan orang-orang Kristiani yang lain. Ini merupakan pelayanan kaum “Anyakokota” yaitu “penjala manusia”yang sampai sekarang ini berhasil secara memuaskan. Di lingkup kota (khusunya di Dondo), pembentukan Nuklea-nuklea (sekarang ini sudah ada 102) komunitas-komunitas penginjil yang kecil yang bertemu secara dari waktu ke waktu. Prakarsa-prakarsa yang lain: “evangelisasi dari pintu ke pintu”, “orang muda yang menginjili kaum muda”,…Semua prakarsa ini sudah menciptakan suatu pastoral misioner yang mengingatkan komunitas-komunitas pada Kisah Para Rasul.

Pembinaan Para Animator

Di paroki-paroki, sangat diusahakan pertemuan-pertemuan para katekis dan pembinaan kelompok-kelompok liturgi. Di Sena – dengan bantuan dari Caritas – sudah dibangun suatu gedung sebagai pusat bersama yang bisa dipaki juga sebagai pusat pembinaan untuk ketiga paroki yang berdekatan.

Di Dono sudah dijalankan suatu program pendidikan Kitab Suci yang sekarang sudah meluas ke seluruh Kesukupan. Untuk katekese, Bersama semua paroki di lembah Zambese sedang berjalan sebuah kursus tetap untuk pembinaan katekis-ketekis yang berbahasa Cisena.

Sekolah-sekolah dan Asrama-asrama

Pendidikan

Ketika kami tiba di Mozambik kami sudak memutuskan unuk melibatkan diri di karya soial lewat pendirian sekolah-sekolah dan asrama-asrama sebagai tempat pembinaan sosial yang tetap untuk kaum muda. Sudah didirikan sekolah dan asrama di Chemba dan Charre. Banyak orang muda yang didik di Chemba sekarang adalah animator komunitas, ketekis, guru dan, terutama, sahabat-sahabat kami.

Hal-hal Positf di Mozambik:

Kedamaian.

Syukur kepada Tuhan sejak 1992 di Mozambik dinikmati suasana damai. Tidak ada gejala bahwa peperangan bersenjata  akan meletus lagi. Rakyat menghendaki damai. Karya evangelisasi pun memafaatkan situasi damai ini.

Orang Mozambik adalah Orang yang Bergairah

Orang Mozambik sangat ingin maju. Pada tahun-tahun akhir ini mereka mencapai banyak sukses di bidang pendidikan dan kesehatan. Bidang pekerjaan umum dan pertanian juga sudah membaik.

Pengakuan Peranan Wanita

Sekarang ini perdana menteri adalah perempuan dan beberapa kementerian diduduki wanita. Para wanita mulai sangta aktif juga dalam komunitas-komunitas paroki.

 Tantangan-tantangan di Mozambik:

Kemiskinan/kemelaratan.

60% orang Mozambik hidup dalam kemelaratan paling dalam. Mereka tidak punya yang cukup untuk hidup. Ketiadaan industri mengakibatkan pengangguran. Yang menerima gaji adalah tentara, guru dan perawat/manteri. Untuk kelompok-kelompok yang lain tidak ada harapan. Kegiatan satu-satunya adalah pertanian untuk survival.

Kekeringan, Banjir, Badai.

Mozambik adalah negara di mana bencana alam merajalela, khusunya di daerah sungai Zambese di mana kami berkarya: kalau tidak ada kekeringan ada kebanjran dan sebaliknya.

Korupsi dan AIDS.

Korupsi adalah cacat besar sistem politik dan ekonomi Mozambik. Pemerintah sangat lemah melawan kejahatan-kejahatan ini yang sudah membudaya. Partai-partai politik pun tidak bisa mempengaruh secara politik keputusan-keputusan politik negara oleh sebab sistim partai tunggal.

Sementara itu AIDS sedang mematikan terus. Di daerah-daerah tertentu katanya 30% masyarakat telah tertular virus itu.Semua ini punya pengaruh pada karya pastoral kami. Kami berkarya di suatu negara yang baik dan yang ramah tetapi dengan problem-probelm sosial yang berat yang meningkatkan kemiskinan dan derita rakyat.

Gereja di Mozambik

Gereja Mozambik adalah muda dan yang hidup. Ada kebebasan untuk beraneka ragam kegiatan pastoral. Di keuskupan Beira yang nonjol adalah SINODE KEUSKUPAN: merupakan suatu refleksi dan kesadaran tentang karya yang sedang dijalankan di komunitas-komunitas dan momen penting dalam pemrograman. Para Xaverian juga terlibat di dalamnya secar aaktif.

Di tahun-tahun akhir ini di beberapa keuskupan jumlah imam projo naik dan sudah terlihat beberapa tanda-tanda pertumbuhan walaupun organisasi pastoral agak kurang. Pantas disinggung MINGGU-MINGU TEOLOGI di keuskupan Beira yang setiap tahun mendorong untuk refleksi teologis tentang inkulturasi.

Selama perang saudara dan setelahnya sangat ditekankan pembentukan komunitas-komunitas kecil. Keputusan ini sangat tepat. Banyak komunitas yang lahir. Sekarang perlu mengambil selangkah maju: komitmen untuk membina komunitas-komunitas ini. Sayangnya perlu dicatat bahwa ada kekurangan ketrampilan dan strategi untuk menghidupkan banyak komunitas yang lahir dalam antusiasme iman.