FILIPINA

FILIPINA

Pewartaan Injil di Filipina berawal pada tahun 1521 dengan pendaratan Magelhan di sana. Sepanjang abad kabar gembira Katolik telah berakar mendalam di dalam jiwa orang Filipina dan tetap menjadi kekuatan yang menjiwai masyarakat ( Yohanes Paulus II, 14 Januari 1995).

Para Xaverian tiba di Filipina pada bulan Januari 1991. Tujuan awal adalah untuk membuka sebuah komunitas teologi international berkarakter Asia. Untuk itu mereka memilih tempat di kawasan miskin dan sekaligus berhubungan baik dengan Gereja setempat. Di komunitas tersebut, paara Xaverian muda dari berbagai negara belajar menyesuaikan diri dengan kebudayaan-kebudayaan lain dan bertindak sebagai misionaris di daerah pinggiran. Kehadiran mereka merupakan sebuah kesaksian melalui keberagaman kebudayaan, kegembiraan dalam hidup bersama di tengah-tengah masyarakat yang dibanjiri dengan pengkotak-kotakan tatanan sosial, intoleransi, korupsi dan ketidakadilan.

Bersama dengan itu, para Xaverian memulai dua paroki baru berkarakter misioner. Maka, dicari gaya hidup dan isi pewartaan yang tepat untuk menjelmakan kabar gembira Kristus dan untuk menciptakan komunitas baru yang dinamis. Pada tahun 1995 dimulailah karya misioner di Gereja setempat dan penerimaan anak muda yang berminat untuk menekuni panggilan misioner. Pada tahun 2011, imam Xaverian pertama ditahbiskan, setelah menjalani masa pastoral misi selama tiga tahun di Sierra Leone.

Berkaitan dengan situasi kependudukan, jutaan orang Filipina bermigrasi ke 110 negara di dunia. Membantu orang Katolik Filipina untuk beriman secara tulus dan berani memberikan kesaksian, berarti memperbanyak jumlah misionaris awam untuk mewartakan Injil di tempat-tempat yang tidak dijangkau oleh para misionaris.