Logo

LOGO

SERIKAT XAVERIAN

Pengalaman Santo Guido Maria Conforti dimasa kecilnya, dimana dia sering berhenti di Gereja “Santa Maria della Pace” dalam perjalanan kesekolahnya untuk berdoa dan berkomunikasi dengan salib Yesus yang tergantung di gereja itu menumbuhkan panggilan iman yang semakin dalam untuk men”cintai” Yesus.

Ungkapan cinta itu semakin tumbuh bekembang pada saat ia sekolah di seminari dan membaca buku kisah Santo Fransiskus Xaverius, misionaris Agung untuk Asia. Dari sana cita-citanya tumbuh untuk menjadi misionaris dan mewartakan Yesus Kristus kepada orang yang belum mengenalnya. Santo Guido Maria Conforti bukan hanya menjadi misionaris, ia bahkan menjadi bapa bagi para misionaris.

Kalau melihat symbol logo dan moto dari Serikat Misionaris Xaverian, tidak lepas dari semangat yang mendorong Sang Pendiri untuk tumbuh dan berkembang dalam iman dan karya.

MAHKOTA DURI

Santo Guido Maria Conforti mengambil symbol mahkota anyaman duri yang di pergunakan Yesus. Mahkota duri yang dikenakan Yesus adalah mahkota penderitaan yang membawa kepada kemenangan atas maut, dan akhirnya menjadi mahkota kemuliaan-Nya. Mahkota yang dikenakan Yesus, memberi pengajaran yang sangat penting tentang makna penderitaan, pengorbanan dan kasih Allah kepada manusia. Yoh 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Kasih Allah yang besar ini telah diwujudkan melalui “salib” dan “mahkota” yang dikenakan oleh Yesus. Tanpa salib dan mahkota duri tidak akan ada keselamatan dan hidup yang kekal.

Salib

Pengalaman masa kecil Santo Gudio Maria Conforti saat berdoa di hadapan salib Yesus di Gereja Santa Maria della Pace mengilhami dirinya untuk senantiasa memusatkan seluruh perhatian kepada salib Yesus. Salib sebagai symbol cinta kasih dari Allah kepada manusia. Dengan symbol itu Santo Guido Maria Conforti mengaharpakan agar para misionarisnya memiliki cinta kasih dan berani berkorban seperti Yesus Kristus.

Dunia

Kitab Suci mengajarkan kepada kita bahwa Tuhan menciptakan semuanya oleh Firman-Nya (lih. Yoh 1:1-3), dan semua itu pada mulanya baik adanya (bdk. Kej 1:1-31). Kebaikan-Nya itu merupakan wujud dari cinta Allah kepada dunia dan ciptaanya.

Penciptaan adalah awal dari sejarah keselamatan Allah, yang mencapai puncaknya di dalam Kristus. Kristus sendiri menyingkapkan tujuan awal dari penciptaan dan bagaimana Kristus menata kembali seluruh karya ciptaan, agar dapat kembali seperti yang direncanakan oleh Allah, sehingga akhirnya Kristus akan “menjadi semua di dalam semua” (1Kor 15:28).

Santo Maria Guido Conforti mengajarkan dan memberikan insipirasi kepada para pengikutnya untuk menjaga apa yang Allah telah rencakan itu dengan menyampaikan kabar baik yaitu keselamatan kepada semua orang dan ciptaanNya di dunia ini.

Daun Alloro

 

Daun Alloro memiliki sifat yang tahan terhadap cuaca. Daun ini tetap segar di segala musim. Santo Gudio Maria Conforti mengharapkan para pengikutnya memiliki semangat yang tidak pernah padam dalam menyampaikan kabar baik kepada semua bangsa meski menghadapi berbagai macam kesulitan.