Sejarah Xaverian

Santo Guido Maria Conforti

Pendiri Serikat Misionaris Xaverian

 

Santo Maria Guido Conforti

Pendiri Serikat Xaverian adalah Santo Guido Maria Conforti. Seorang imam projo yang lahir di Ravadese, provinsi Parma, Italia Utara, tanggal 30 Maret 1865. Saat Guido berumur 14 tahun ia membaca buku mengenai Santo Fransiskus Xaverius.  Ia begitu  terkesan dengan sosok Santo Fransiskus Xaverius dan juga sepak terjang karya pewartaan orang kudus itu di negara-negara Asia. Dari situlah mulai muncul benih panggilan Guido untuk menjadi seorang misionaris yang kelak bisa menjadi penerus karya besar Fransiskus Xaverius yang wafat sebelum sempat menjejakkan kaki di tanah impiannyaya itu Republik Rakyat Tiongkok.

Demi mengikuti dorongan hatinya untuk menjadi seorang misionaris, Guido Conforti mula-mula menulis sepucuk surat kepada Serikat Yesus, kongregasi dimana Fransiskus Xaverius menjadi anggotanya, dan mengutarakan niatnya untuk pergi ke Tiongkok menjadi pewarta Kabar Gembira. Para pembesar Yesuit menghargai dan memuji cita-cita luhur Conforti, hanya saja dengan masuk dalam serikat, ia belum tentu pergi ke tanah misi. Conforti diminta pertama-tama untuk taat. Jawaban tersebut bagi Guido muda terkesan kabur dan tidak mampu memberikan jawaban yang diharapkannya. Guido tidak putus asa. Ia k emudian menulis lagi surat, kali ini ditujukan kepada Don Bosco. Sangat disayangkan juga, ternyata Don Bosco tidak menerima surat tersebut karena pada waktu itu ia sedang sakit. Untuk kedua kalinya, jalan yang ditempuh Guido untuk menjadi misionaris berujung buntu.

Salib Yesus di Gereja Fontanellato

Tidak hanya itu.Pada masa tersebut, Guido Conforti menderita penyakit aneh. Ia seringkali pingsan disertai dengan kejang-kejang. Hal itu berlangsung selama 4 sampai 5 tahun. Dengan kondisi kesehatannya yang demikian, bukan saja mimpinya menjadi misionaris yang menemui jalan sulit, tetapi juga perjalanannya menuju imamat sempat tertunda. Namun Tuhan rupanya memiliki rencana-Nya sendiri. Setelah berziarah dan  berdoa kepada Bunda Maria di Gereja Fontanellato setelah mendapat saran dari Anna Maria Carolina Adorni, Guido mengalami kesembuhan dari penyakitnya. Ia kemudian ditahbiskan menjadi imam pada 22 September 1888 dalam usia 23 tahun.

Cita-cita untuk pergi ke tanah misi tampaknya semakin tak mungkin. Apalagi dengan kondisi kesehatannya yang lemah dan sering kali terserang batuk dan bronkitis. Pada saat itu munculah sebuah keingan yang matang untuk mendirikan sendiri sebuah serikat misionaris yang kelak mampu mengutus pemuda-pemuda yang bersedia meneruskan karya misi Santo FransiskusXaverius. Guido Conforti kemudian mendirikan Serikat Xaverian yang diresmikan pada tanggal 3 Desember 1895. Saat itu Guido Conforti berusia 30 tahun.

Rumah Induk Serikat Misionaris Xaverian di Parma Italia

Tahun 1904, Conforti pertama kalinya mengutus imam misionarisnya ke Tiongkok. Mereka adalah Giuseppe Brambilla, Giovanni Sartori, Luigi Calza, dan Giovanni Bonardi. Dalam periode tahun 1914-1924, di daerah misi tempat misionaris Xaverian berkarya, dibangun beberapa seminari kecil untuk calon imam, beberapa karya sosial untuk membantu anak yatim piatu dan rumah sakit. Mgr. Conforti sempat mengunjugi karya misi di Tiongkok, pada tanggal 26 Oktober 1928.

Pada Januati 1906, Prefektur Apostolik Honan barat beridiri berpusat di Cheng-chow . Ada 8 juta orang  di wilayah tersebut dengan hanya 7 orang misionaris yang berkarya. Tahun 1929, Prefektur Apostolik Luoyang didirikan.

Karya misi di Tiongkok lama-kelamaan menjadi berat dengan adanya berbagai peristiwa; perang saudara, perang Tiongkok-Jepang pada 1937, serta Perang Dunia II. Pemberontakan Boxer yang terjadi juga mempengaruhi karya para misionaris. Dalam pemerintahan Mao-tse-tung, para misionaris ditahan, diadili, dipenjara, dan disiksa. Hingga akhirnya pada tahun 1954, tak satupun misionaris Xaverian yang tersisa untuk berkarya di Tiongkok. Dari Tiongkok kemudian ke negara-negara lain di Asia, Afrika, dan Amerika . Guido Conforti meninggal dunia pada 5 November 1931. Pada 17 Maret 1996, Paus Yohanes Paulus II menyatakan Guido Maria Conforti sebagai ‘Beato’, dan pada 23 Oktober 2011,  Paus Benediktus XVI menyatakan Mgr. Conforti sebagai ‘Santo’.